KEGIATAN DALAM GEDUNG
TANGERANG - UPTD
Puskesmas Sukawali terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
melalui kegiatan promotif dan preventif pada Rabu, 25 Maret 2026. Salah satunya diwujudkan melalui
penyuluhan tentang Tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan di wilayah kerja
Puskesmas Sukawali.
Kegiatan
penyuluhan ini dilaksanakan oleh penanggung jawab program TBC (PJ TB) bersama
dokter umum Puskesmas Sukawali, yang memberikan edukasi langsung kepada
masyarakat mengenai bahaya penyakit TBC, cara penularan, gejala, serta
pentingnya deteksi dini dan kepatuhan dalam menjalani pengobatan hingga tuntas.
Dalam penyampaian materi, petugas menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang menyerang paru-paru dan dapat menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu, disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan.Kepala UPTD Puskesmas Sukawali, dr. R. Astrid Heraline, M.I.P, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan puskesmas dalam menekan angka penularan TBC di masyarakat.
“Melalui penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa TBC dapat dicegah dan disembuhkan, asalkan penderita menjalani pengobatan secara teratur dan tidak menghentikan obat sebelum waktunya,” ujarnya.

Penyuluhan
yang disampaikan oleh PJ TB bersama Dokter Umum berlangsung interaktif.
Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif mengajukan pertanyaan
terkait gejala, proses pemeriksaan, serta lama pengobatan TBC.
Selain
memberikan materi, petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai etika batuk,
pentingnya ventilasi rumah yang baik, serta peran keluarga dalam mendukung
pasien TBC agar tetap patuh menjalani pengobatan.
UPTD
Puskesmas Sukawali mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma terhadap
penderita TBC, karena penyakit ini dapat disembuhkan dan pasien membutuhkan
dukungan dari lingkungan sekitar selama proses pengobatan.
Melalui kegiatan penyuluhan yang rutin dilaksanakan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap TBC semakin meningkat sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan rantai penularan di lingkungan masyarakat dapat diputus.
(Puskesmassukawali/promkes/ar-dwf)
Nomor: PR/6-PKM-SKW/III/2026